Rabu, 14 Mei 2014

Bicara Film dan Internet

Saya sudah sejak dulu suka menonton film, tapi ada bedanya antara menjadi penikmat film dulu dengan sekarang. Di jaman sekarang, di mana kemajuan teknologi komunikasi dan informasi sedikit banyak telah mengubah tata cara interaksi sosial masyarakat global, dunia perfilman pun tak bisa luput dari imbasnya. Studio - studio film bisa melakukan promosi untuk film - film mereka jauh sebelum filmnya sendiri dibuat. Lewat media online, jejaring sosial, atau situs - situs internet lain, masyarakat umum bisa mengikuti perkembangan sebuah film yang akan dibuat, bahkan sebelum kasting pemain dimulai.

Saya juga suka internet. Bagi saya, internet itu pencapaian manusia yang luar biasa. Bayangkan seperti ini: pengetahuan kumulatif orang - orang di penjuru dunia terkumpul dalam satu tempat, dan kita punya akses terbuka untuk melihatnya setiap saat. Apa tidak hebat 'tuh? Sehubungan dengan film, saya suka membaca info - info seputar film, atau apa saja tentang sebuah film, di internet. Biasanya saya membacanya di situs Wikipedia dan Imdb. Kapan saja. Pokoknya begitu terlintas pengin tahu tentang sesuatu, langsung buka internet.

Saat mencari tahu tentang sebuah film biasanya saya langsung ketikkan judul film tersebut di mesin pencari, dan dua situs di atas akan muncul di antara hasil teratas. Umumnya saya mulai dari wikipedia, melihat latar belakang film tersebut, tahun pembuatan, atau siapa sutradara dan pemainnya, lalu masuk plot cerita. Kemudian di Imdb saya melihat fakta - fakta menarik dari film tersebut di bagian Trivia, terus membaca quotes atau goofs-nya.

Pecinta film atau bukan, saya memang tidak selalu menonton film di bioskop. Kecuali untuk film yang benar - benar saya suka, saya cukup puas melihat film - film lain di layar kecil; di televisi atau DVD. Untuk film - film baru tentu saja harus melewati beberapa musim duren dulu sebelum bisa menonton di tv sambil leyeh - leyeh tiduran. Pilihan lain, ya DVD. Tapi ini pun harus sabar, putar - putar nyari di toko kaset sambil rajin nanya ke mbak yang jual, 'yang ini gambarnya udah bagus belum, mbak?'. Syukur kalo dijawab 'udah. Udah kopi ori tuh, mas'. Nah, kalo dijawab belum, tapi lumayan pengen nonton, ya siap - siap aja nonton sambil miring - miringin kepala.

Alasannya umum sih; harga DVD orisinil atau BluRay masih terbilang mahal, itu pun masih harus menunggu agak lama dari setelah filmnya tayang di bioskop. Lagi pula, kalo tidak cukup tertarik untuk melihat sebuah film di bioskop biasanya juga tidak cukup rela mengeluarkan uang lebih untuk membeli BluRay, misalnya. Sementara untuk film yang sudah ditonton di bioskop, membeli DVD biasanya untuk koleksi kalau ingin menonton lagi. Kalo pun sudah keluar DVD orisinilnya, yang bajakan tetap banyak jadi pilihan karena biasanya kualitasnya meningkat seiring waktu, sementara harganya tetap lebih murah dari harga bakso di warung sebelahnya (dengan ini resmi sudah bahwa alasan ''harus menunggu lama..'' sebagai alasan untuk tidak membeli yang orisinil di awal paragraf ini dinyatakan tidak invalid!).

Kembali soal internet, dua entri yang sering saya masukkan di mesin pencari hampir tiap hari selama beberapa bulan belakangan adalah Avengers: Age of Ultron dan Batman vs Superman, dua film yang saat ini paling ingin saya tonton nantinya. Begitu penginnya sampai punya niat untuk beli BluRay-nya suatu saat nanti?? Hmmm, pertanyaan jebakan.

Tidak ada komentar: